Bayi Nama Muhammad, Cara Unik Di Chechnya

Presiden Republik Chechnya, Ramzan Kadyrov mempunyai cara unik untuk memperingati kelahiran Nabi Mumahammad SAW. Kadyrov meminta agar semua bayi laki-laki yang lahir pada 8-9 Maret di Chechnya diberi nama Muhammad.

''Saya berharap para orang tua memberi nama bayi laki-laki mereka dengan nama Muhammad,'' kata Kadyrov.

Namun Kadyrov mengingatkan, tidak seorangpun yang boleh merasa terbebani dengan permintaannya. Saat menggelar konferensi pers di Grozny beberapa waktu lalu, Kadyrov juga mengatakan pemerintah akan memberikan bantuan sebesar 1.400 dolar AS kepada orang tua bayi tersebut.

Tayangan stasiun televisi pemerintah, Vesti-24 menunjukkan sejumlah bayi laki-laki tengah tertidur lelap di Rumah Sakit Grozny sepanjang Senin. Vesti-24 memberitakan semua bayi itu diberi nama Muhammad.

Bersamaan dengan kebijakan ini, yayasan keluarga Kadyrov, Ahmad Kadyrov Sosial Fund membagikan bantuan kepada kaum dhuafa. Bantuan berupa 10 ribu kantong gula dan terigu diberikan ke masing-masing kota di Chechnya dan 10 ribu keluarga berpenghasilan rendah mendapat bantuan uang tunai sebesar 140 dolar AS. Kadyrov mengatakan setiap tahunnya Chechnya akan menggelar peringatan kelahiran Muhammad SAW yang lebih besar dan meriah dari tahun sebelumnya.

Pemimpin berusia 32 tahun ini memang dikenal dengan kebijakannya yang dinilai sejumlah pihak kontroversial. Beberapa waktu lalu, Kadyrov menganjurkan agar kaum laki-laki Chechnya mempunyai isteri lebih dari satu. Kadyrov juga meminta semua pegawai perempuannya mengenakan jilbab.

Sejak mengincar kursi kepresidenan, Kadyrov memang bertekad menegakkan syariah Islam dan memperkuat nilai-nilai tradisional Chechnya. Sebagian pengamat politik menilai strategi itu sengaja dipilih Kadyrov agar pemberontak Chechnya dan saingannya tidak bisa menuduhnya bukan Muslim sejati.

Tidak ayal lagi hal ini menjadi amunisi tambahan bagi musuh-musuh politiknya. Mereka mengatakan semua langkah Kadyrov tidak sah karena konstitusi Rusia menjamin pemisahan penuh kehidupan agama dan negara.

Namun Kadyrov yang berkuasa sejak 2007 justru mengantongi dukungan penuh Kremlin. Dalam pandangan Kremlin, cara yang ditempuh Kadyrov justru obat mujarab untuk meredam keinginan Chechnya lepas dari Rusia. Kremlin mengklaim strategi mereka cukup berhasil ditandai dengan menurunnya tindak kekerasan di Chechnya selama dua tahun terakhir.

Ditulis Oleh : Redaksi
www.dakta.com.

No comments:

Post a Comment