1 Dari 10 Hasil Puasa : Gerakan Umat Produktif…

Mumpung suasana lebaran dan liburan masih menyelimuti kita, saya belum akan menulis tentang perkembangan pasar emas dan sejenisnya. Saya masih ingin menyentuh hal-hal yang mendasar yang menumpuk di kepala selama menjalani i’tikaf sampai akhir pekan lalu. Kali ini saya ingin mengajak pembaca untuk merenungkan dua ayat berikut :

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
(QS 2:183)

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan salat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
(QS 2:177)

Ayat pertama adalah ayat yang sangat popular sepanjang bulan puasa lalu, yaitu ayat tentang kewajiban puasa dan target dari puasa itu sendiri agar kita menjadi orang yang bertakwa. Lantas ayat kedua menjelaskan tentang siapa atau seperti apakah orang yang bertakwa itu. Penafsiran ayat Al-Qur’an dengan ayat Al-Qur’an lainnya seperti ini menjadi pilihan pertama bila kita ingin memahami makna suatu ayat.

Jadi dari dua ayat tersebut kita paham target puasa kita dan paham pula menjadi orang seperti apa kita pasca Ramadhan seharusnya. Karena parameter orang bertakwa ini jelas, insyaallah kita sendiri yang bisa mengukur sedekat apa kita bisa mendekati target ini.

Untuk ini mari kita list 10 sifat orang bertakwa berdasarkan QS 2 :177 tersebut diatas :

1. Beriman kepada Allah
2. Beriman kepada hari kemudian
3. Beriman kepada malaikat-malaikat
4. Beriman kepada kitab-kitabNya
5. Beriman kepada nabi-nabi
6. Memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir,orang-orang yang meminta-minta, dan memerdekakan hamba sahaya
7. Mendirikan sholat
8. Menunaikan zakat
9. Orang yang menepati janjinya apabila berjanji
10. Orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan peperangan.

Terlalu panjang tulisan ini bila saya mengulas ke 10 sifat orang bertakwa yang antara lain dihasilkan melalui proses puasa ini, maka pada kesempatan ini saya hanya ingin mengulas satu saja yaitu sifat ke 6 dari orang yang bertakwa : “…Memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir,orang-orang yang meminta-minta, dan memerdekakan hamba sahaya”.

Perhatikan kata kunci “…memberikan…” di penggalan ayat tersebut, siapa yang bisa “…memberikan…” ini ?, pertama pastilah dia orang yang memiliki kelebihan. Kalau dia pas-pasan, maka dia tidak akan dapat memberikan sesuatu kepada orang lain, semua yang dimilikinya hanya cukup untuk dirinya sendiri. Apalagi kalau dia kekurangan, jangankan bisa “…memberikan…”, sebaliknya dia akan cenderung “…menerima…” atau bahkan “…meminta…” dari yang lain. Kedua, selain ada dia juga mau memberikan sesuatu yang dicintainya – ini akan terjadi bila ada keimanan dalam hatinya (sifat 1 – 5).

Jadi puasa seharusnya menghasilkan orang-orang yang bertakwa yang salah satu sifatnya dia dapat “…memberikan…” yang dicintainya ke orang lain yang berhak, utamanya kerabat. Pemberian ini juga lebih dari apa yang diwajibkan dalam zakat, karena zakat disebut sebagai sifat yang lain dalam ayat ini.

Dari men-tadaburi dua ayat diatas, saya terus berfikir…di Indonesia ada 240 juta penduduk, 85 %-nya muslim, maka ada 204 juta penduduk muslim di Indonesia. Kalau asumsinya yang berada di usia produktif 50% saja, maka ada 102 juta muslim produktif di negeri ini. Bayangkan kalau yang 102 juta ini puasanya berhasil dan derajat takwa tercapai, wow… akan betapa banyak muslim-muslim yang berproduksi berlebih di negeri ini sehingga mampu memberikan sesuatu bagi yang lain.

Kalau ini yang bisa kita hasilkan, pastilah negeri ini tidak perlu tergantung pada negara lain untuk memenuhi kebutuhan pokoknya seperti yang saya tulis awal pekan ini.

Dengan prasangka baik ini, bahwa begitu besar potensi-potensi produksi sebagai buah dari ketakwaan yang akan terus meningkat setiap tahun sehabis Ramadhan, maka gerakan GeraiDinar dan BMT Daarul Muttaqqin yang awalnya hanya seputar penyebar luasan pengetahuan tentang Dinar, kemudian meningkat menjadi pengadaan dan pengelolaannya, insyaallah akan kita tingkatkan lagi menjadi pendorong peningkatan produktifitas umat kedepannya.

Agar ilmu yang diberikan olehNya ini tidak hanya berhenti di tenggorokan, maka dalam beberapa bulan kedepan insyaallah kami akan luncurkan Gerakan Umat Produktif yang merupakan sebuah Social Network yang Islami. Apa dan bagaimana-nya akan kami jelaskan tahap demi tahap pada waktunya, saat ini platform teknologi untuk ini sedang kami persiapkan. Program Pesantren Wirausaha yang insyaallah akan kick off untuk kelas eksekutif tanggal 10 Oktober 2009 mendatang juga merupakan bagian tak terpisahkan dari master plan peningkatan produktifitas umat ini.

Semoga Allah memudahkan dan menyempurnakan apa yang kita mulai dengan penuh kelemahan ini….Amin.

Written by Muhaimin Iqbal
http://geraidinar.com/index.php?option=com_content&view=article&id=275:1-dari-10-hasil-puasa-gerakan-umat-produktif&catid=1:latest-news&Itemid=50

No comments:

Post a Comment