Dzikirullah, Jika Kamu Ingat Allah, Allah Ingat Kamu



Ketahuilah bahwa berdzikir kepada Allah merupakan kewajiban bagi tiap-tiap hamba Allah pada setiap waktu dan tempat dan segala situasi dan kondisi. Aisyah RA. menerangkan sifat Rasulullah Saw, bahwa beliau berzikir dalam setiap waktu dan keadaan.

Dzikir ialah: mengingat Allah dengan hati dan menyebut nama-Nya dengan lisan. Dengan itu hati dan jiwanya menjadi tenteram dan bahagia. Inilah tempat persinggahan orang-orang yang agung, mulia, dan terpuji, yang disanalah mereka membekali diri, berniaga dan ke sanalah mereka pulang kembali.

Dzikir merupakan santapan hati, yang jika tidak mendapatkan-nya, maka badan menjadi kuburan dan mati. Dzikir merupakan senjata yang di gunakan untuk menghadapi ‘perampok jalanan’, merupakan air yang bisa menghilangkan rasa dahaga di tengah perjalanan, merupakan obat yang menyembuhkan penyakit. Jika mereka tidak mendapatkanya, maka hati mereka akan mengkerut, karena dzikir merupakan perantara dan penghubung antar diri mereka dengan alam gaib. Dengan dzikir mereka menolak bencana dan menyingkirkan kesusahan, sehingga musibah yang menimpa mereka terasa remeh. Jika ada bencana yang datang, maka mereka berlindung kepada dzikir.

Demikianlah dzikir merupakan taman surga yang mereka diami dan modal kebahagiaan yang mereka pergunakan untuk berniaga. Dzikir mengajak hati yang dirundung kepiluan dan kesedihan untuk tersenyum gembira, melupakan diri dan segala musibah yang menimpanya lalu ingatannya tertuju hanya kepada Allah Swt. Allah Swt mengingatkan Nabi Saw, ketika dirundung kesedihan, karena cercaan dan intimidasi kaum musyrikan menghadapi dakwah beliau, beliau dituduh seorang penyair yang gila, maka beliau disuruh bersabar dan terus berzikir kepada Allah Swt.

http://www.abujibriel.com/ajib/2009/09/dzikrullah-jika-kamu-ingat-allah-allah-ingat-kamu-makalah-khutbah-idul-fitri-1430-h/

No comments:

Post a Comment