Showing posts with label Mekah. Show all posts
Showing posts with label Mekah. Show all posts

Rehabilitasi Kakbah dari Masa ke Masa


Ka'bah di Makkah, Arab Saudi. Foto: WordPress.com.

REPUBLIKA.CO.ID – Sepanjang sejarah, Ka’bah telah mengalami beberapa kejadian yang menyebabkan rusaknya bangunan tersebut, adakalanya disebabkan oleh peristiwa alam dan adakalanya karena ulah tangan-tangan manusia.

Di zaman jahiliyah bahan bangunan Ka’bah adalah batu-batu besar yang tidak ada tanah liatnya. Suatu ketika Ka’bah mengalami kerusakan karena banjir, lalu orang-orang Quraisy membangunnya kembali dengan kayu-kayu yang mereka ambil dari bekas-bekas perahu orang romawi yang tenggelam di laut merah, dan mereka bangun dengan batu-batu di lembah gunung.

Akan tetapi mereka berselisih tentang siapa yang akan meletakkan Hajar Aswad di Ka’bah, lalu mereka sepakat bahwa yang pertama kali masuk masjidlah yang akan meletakkannya.

Nabi yang waktu itu baru menginjak dewasa adalah orang yang pertama kali masuk Masjidil Haram akhirnya Nabi Muhammad yang meletakkan Hajar Aswad itu.

Di zaman Yazid bin Muawiyah ketika Abdullah bin Zubair berlindung di Ka’bah, dia memerintahkan Hajjaj bin Yusuf untuk melempari Ka’bah dengan panah- panah berapi, akhimya sebagian bangunan Ka’bah terbakar. Kerusakan itu kemudian di perbaiki oleh Abdil Malik. Sedang yang meletakkan Hajar Aswad pada waktu itu adalah Imam Ali bin Husain Zaenal Abidin.

Di abad ke-3 hijriyah, sekelompok orang Syiah Gholat (yang menuhankan Imam Ali) telah mengambil Hajar Aswad dan membawanya ke Kota Kufah (Iraq) lalu di kembalikan oleh Imam Mahdi ke tempatnya.
Ka’bah di Zaman Nabi Ibrahim AS tingginya mencapai 4,43 m dan panjangnya 14,79 m sedang lebarnya 10,85 m. Pada waktu itu Ka’bah tidak mempunyai atap, lalu diberi oleh orang-orang Quraisy sepanjang 4,43 m, akhirnya tingginya menjadi 8,86 m.

Orang-orang Quraisy meletakkan dasar (fondasi) bangunan Ka’bah dari dalam lalu meletakkan batu di atasnya dan mereka bangun hijr dan orang-orang tawaf mengelilingi Ka’bah dari hijr tersebut sampai kemudian Yazid merusaknya karena ingin membunuh Ibnu Zubair.

Setelah itu, Ka’bah direnovasi kembali seperti semula dan tingginya di tambah lagi 4,43 m. Maka tinggi Ka’bah menjadi ±13,31 m dan mereka memberinya dua pintu satu pintu di sebelah timur dan yang lain di sebalah barat (sampai ke permukaan tanah).

Setelah Abdullah bin Zubair meninggal dunia, Abdul Malik bin Marwan memerintah Hajjaj bin Yusuf untuk mengembalikan Hajar Aswad yang telah jatuh. Selain itu, bangunan Ka’bah di kembalikan seperti sediakala yang di bangun oleh orang-orang Quraisy. Kemudian Hajjaj mengurangi panang bangunan dan menutup pintu yang ada di punggung Ka’bah dan menghilangkan pintu yang pertama seperti halnya sekarang.

Redaktur: Chairul Akhmad
Reporter: Hannan Putra

Sumber: Sejarah Kota Makkah
http://www.jurnalhaji.com/wijhat/tempat-ibadah/rehabilitasi-kakbah-dari-masa-ke-masa.html

In Picture: Makkah di Mata Snouck Hurgronje






Foto-foto dari Mekkah, yang belum pernah dipublikasi, kini dikumpulkan di buku Rijksmuseum Amsterdam. Foto dibuat di abad ke-19 oleh ilmuwan Belanda Christiaan Snouck Hurgronje.

Hurgronje salah satu orang Barat pertama masuk kota Mekkah. Di zaman itu orang Barat dilarang ke Mekkah. Ia satu-satunya orang Barat yang pernah mengunjungi kota suci dengan menyamar. Snouck Hurgronje diperbolehkan mengunjungi Mekkah, karena telah masuk Islam. Nama Islamnya Abdul Ghaffar.

Hingga sekarang tidak jelas apakah Snouck Hurgronje benar-benar seorang muslim saleh. Yang pasti, ia salah satu orang Belanda pertama yang menyadari betapa pentingnya mengerti lebih banyak tentang Islam, karena di zaman itu Hindia Belanda yang Islam - Indonesia sekarang - adalah jajahan penting Belanda.

Di antara foto-foto yang dikumpulkan dalam buku itu, ada enam foto yang menarik perhatian. Foto itu dibuat Snouck Hurgronje secara diam-diam dengan kamera kecil. Foto itu dipublikasikan dalam buku Durkje van der Wal, Christiaan Snouck Hurgronje, The First Western Photographer in Mecca, 1884-1885. Buku foto ini merupakan bagian dari serial 'Rijksmuseum Studies in Photography'.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/11/04/28/lkceq3-makkah-di-mata-snouck-hurgronje

Shalat di Masjidil Haram di Masa Lalu

Shalat di Masjidil Haram di Masa Lalu
Shalat di Masjidil Haram
 
REPUBLIKA.CO.ID,Bagi pendatang di Makkah, menara jam menjadi patokan lokasi Masjidil Haram. Dari berbagai tempat, dari sela gedung dan dari balik bukit, menara jam itu bisa terlihat, meski terkadang hanya terlihat puncaknya.

Maka, ketika beberapa jamaah dari Jakarta tercecer dari rombongannya di kompleks jamarat, mereka memilih ke Masjidil Haram. Tanpa mengenal jalan, perjalanan kaki diarahkan ke posisi menara jam.

Banyak jamaah yang harus melakukan tawaf wada’, sehingga banyak jamaah yang memilih bersegera ke Masjidil Haram daripada bingung mencari pondokan. Ada lima kelonmpok terbang yang harus bersegera melakukan tawaf wada’ karena harus segera pulang ke Tanah Air.

Ada lima kelompok terbang jamaah Indonesia yang harus meninggalkan Bandara King Abdul Aziz, Jepah, mulai Sabtu (20/11) siang. Jumat (19/11) adalah hari tasyrik ketiga, haris terakhir jamaah melontar jumrah bagi yang mengikuti ketentuan nafar tsani, baru kemudian melakukan tawaf wada.

Tawaf wada’ adalah tawaf perpisahan, seperti tawaf-tawaf lainnya, jamaah juga tujuh kali mengelilingi Ka’bah. Jangan dibayangkan semua jamaah tawaf dengan ihram. Karena sudah tahalul, maka jamaah cukup mengenakan pakaian biasa. Masing-masing jamaah memilih pakaian mereka sendiri. Ada yang memakai kain batik (biasanya dari Indonesia), ada yang memakai kain motif bunga-bunga seperti batik (bisanya dari India). Ada pula yang memakai jins dan pkaian tradisional masing-masing daerah/negaranya.

Saat tawaf ataupun sai, jamaah bercampur, meski ada beberapa jamaah yang membuat barisan khusus. Rombongan jamaah Indonsia kini banyak yang juga membuat barisan khusus, meniru rombongn dari Turki. Paling depan adalah pembimbing haji, yang membacakan doa dengan keras di setiap putaran, lantas diikuti jamaah.

Ibnu Battuta memiliki catatan tawaf di abad ke-14. ‘’Pada acara mengelilingi Kabah, bangunan kubus dari bahan-bahan batuan besar yang berdiri di tengah-tengah mesjid, orang-orang Turki dan Azerbaijan berjalan bersama orang Malinke dari Sudan-Barat. Orang Berber dari Atlas dengan orang India dari Gujarat.’’

Saat shalat pun, masing-masing mazhab melakukannya sendiri-sendiri dalam waktu bersamaan. Ada empat mazhab, ditambah aliran Syiah, Zaydi, ‘Ibadi, dn aliran-aliran lainnya. Cara lahiriah shalatnya tentu berbeda.

Mazhab Imam Syafi’i penganutnya sangat besar di Arab saat itu. Ia memperoleh penghormatan besar. Imam mazhab ini dilantik oleh pemerintah. Tempat shalatnya berada di Maqm Ibrahim dan Hatim (bangunan yang melindungi sumur zamzam, tak jauh dari Maqm Ibrahim).

Jamaah dari mazhab Maliki baru akan memulai shalat di sisi dinding Rukun Yamani-Hijr Ismail jika jamah mazhab Syafi’i telah selesai shalat. Selanjutnya, giliran jamaah mazhab Hambali, yang shalat di dinding sisi Hajar Aswad-Rukun Yamani. Jamaah mazhab Hanafi kebagian tempat menghadap ke sisi Hijr Ismail. Saat mereka shalat, lilin dinyalakan dekat tempat imam shalat berada.

Pada waktu shalat Maghrib, mereka serentak melakukn shalat. Masing-masing imam bersama pengikutnya. Muadzin akan mengeraskan suara penanda pergantian gerak shalat. Akibatnya, ada yang keliru mengikuti suara muadzin itu.

‘’Para pengikut mazhab Maliki seringkali melakukan ruku bersamaan waktunya dengan rukunya para pengikut Shafi'i melakukan sujud bersamaan dengan sujudnya para pengikut mazhab Hambali, dan Anda melihat mereka sedang mendengarkan penuh perhatian masing-masing suara muazin yang sedang melakukan doa ditujukan kepada makmumnya, sehingga ia tidak jadi korban ketakacuhan,’’ tulis Ibnu Battuta.

Ketetapan ini diberikan untuk mengakomodasi semua mazhab, karena tak bisa memaksakan satu mzhab mengikuti mazhab lainnya.Tapi, sejak zaman kekalifahan Utsmaniah jatuh, kemudian dikuasai oleh kaum Wahabi, tak ada lagi pembedaan shalat empat mazjab di Masjidil Haram.

Di Museum Haramain, petugas museum Abdul Rahman, menunjukkan kepada kami foto Masjidil Haram di tahun1320 Hijriyah (1902 Masehi). Ka’bah masih ada pagar melingkar sebagai batas tempat tawaf, dan di sisi luarnya ada bangunan-bangunan kecil menghadap ke maing-masing sisi Ka’bah. ‘’Bangunan-bangunan kecil itu tempat shalat masing-masing Mazhab,’’ ujar Abdul rahman. Foto yang dibuat tahun 1372 Hijriyah, masih menunjukkan kondisi yang sama.

Jika saat ini shalat bergiliran itu diberlakukan, betapa lamanya waktu yang dibutuhkan. Jamaah selalu memenuhi Masjidil Haram saat ini. Pintu masjid akan ditutup jika masjid sudah penuh atau shalat sudah berlangsung. Jamaah yang terlambat, jika ingin shalat di dalam masjid ya harus menunggu shalat selesai.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/umroh-haji/10/11/19/147770-shalat-di-masjidil-haram-di-masa-lalu

Ratusan Seniman Dunia Berlomba Mempercantik Kota Mekkah



Ratusan seniman dari seluruh dunia bersaing dalam kontes untuk mempercantik kota suci Islam, Mekkah.
"Tujuan dari kompetisi ini adalah untuk menyebarkan budaya seni melalui lukisan yang menggambarkan warisan Islam terhadap kota suci," kata Dr. Usamah Fadl al-Bar, walikota Mekah dan pengawas kompetisi Islam pertama untuk mempercantik Mekkah.
Dr. al-Bar juga menambahkan bahwa kompetisi bertujuan untuk membawa seniman Islam secara bersama saling bertukar keahlian.
Ada 442 seniman yang terdaftar dan 306 karya seni telah diserahkan, namun hanya 12 lukisan akan dipilih. Al-Bar mengatakan bahwa semua peserta akan bekerja bersama di bawah slogan kompetisi  "Dalam Cintah Mekkah kita berkumpul" untuk membuat sudut-sudut kota suci menjadi museum terbuka untuk seni Islam dengan maksud untuk mempercantik kota dan meningkatkan selera estetik masyarakat.
Ke-12 lukisan yang akan dipilih akan mengikuti proses yang fair, setiap karya seni masing-masing telah dikelaskan oleh kode rahasia sehingga nama-nama para seniman tidak bisa terlihat.
"Sebanyak 152 lukisan telah gagal karena mereka tidak sesuai dengan standar yang diterapkan," kata Dr. al-Bar.
Mantan walikota Jeddah Dr. Muhammad Said Farsi mengatakan para seniman yang ikut kompetisi berasal dari: Arab Saudi, Sudan, Yaman, Qatar, Irak, Maroko, Aljazair, Turki, Iran, Lebanon, Yordania, Palestina, Suriah, Mesir, Mauritania, Somalia, Pakistan, Malaysia, Cina , India, Italia dan Amerika Serikat.  Panel juri terdiri dari artis terkenal, desainer dan ahli dalam filsafat dan seni rupa dari Mesir, Maroko, Malaysia dan Pantai Gading.
Nama-nama pemenang akan diumumkan pada tanggal 27 September mendatang dan akan menerima hadiah sebesar 300.000 dolar.
Gubernur Mekkah Pangeran Khalid Al-Faisal meluncurkan kompetisi ini di hari Rabu malam lalu dan berkata Jeddah Arab Saudi memiliki tanggung jawab untuk menyajikan Mekkah sebagai model dari keindahan dan pembangunan.
Dia mengatakan para pemimpin Saudi bertekad untuk membuat Mekkah menjadi salah satu kota paling bersih dan paling maju di dunia.
"Kami bertanggung jawab untuk melayani Masjid Agung dan membuat Mekkah menjadi tempat yang aman bagi peziarah dan pengunjung."
Pangeran Khalid Al-Faisal merupakan sponsor dari kontes seni dan telah meminta perusahaan-perusahaan swasta dan pengusaha untuk mendukung kompetisi internasional pertama untuk mempercantik Mekkah.
Sebagai bagian dari mempercantik Mekkah, baru-baru ini Arab Saudi telah mengaktifkan menara jam tertinggi di dunia pada hari pertama bulan Ramadhan. (fq/aby)

Makkah Akan Menjadi Kota Terindah di Dunia


Makkah akan dijadikan sebagai ikon kota yang paling indah, paling bersih dan paling beradab di dunia. Untuk itu, pemerintah kota Mekkah menggelar kompetisi "Mempercantik Kota Makkah" di kota Jeddah.

Kompetisi yang baru pertamakali diadakan itu, menurut Walikota Makkah, Osama Al-Bar, persiapannya memakan waktu dua tahun. Pihak panitia dari kantor walikota Makkah akan mempublikasikan kompetisi ini di media-media internasional dan berharap para seniman dari negara-negara Arab dan Muslim ikut berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.

Al-Bar mengatakan, tujuan utama dari kompetisi ini adalah mempercantik kota Makkah dengan menghias sudut-sudut kota dengan karya seni islami serta menampilkan warisan karya seni kota Mekkah.

Gubernur Provinsi Makkah, Pangeran Khaled Al-Faisal menambahkan, kerajaan Arab Saudi berkeinginan untuk menjadikan Makkah sebagai kota yang paling cantik dan modern di seluruh dunia. "Strategi pembangunan kota Makkah sudah menjadi prioritas Rencana Pembangunan Lima Tahun Kerajaan Saudi," kata Pangeran Al-Faisal.

"Jika tidak ada kota Makkah, Saudi tidak akan mendapat tempat yang penting di dunia baik dari sisi budaya maupun politik," sambungnya.

Pangeran Al-Faisal menambahkan Saudi bertanggung jawab untuk membangun kota Mekkah, dimana di dalamnya terdapat rumah Allah 'Ka'bah' serta untuk menjadi keamanan dan kedamaian kota Mekkah bagi para jamaah haji yang datang setiap tahunnya dari berbagai penjuru dunia.

Sementara itu, anggota komite persiapan kompetisi "Mempercantik Kota Makkah" yang juga seniman Arab, Taha Sabban mengatakan, Saudi menyediakan hadiah senilai 300.000 dollar bagi para pemenang dan hasil karya pemenang akan dipamerkan di 12 lokasi di Jeddah. (ln/arabnews)

http://eramuslim.com/berita/dunia/saudi-makkah-akan-menjadi-kota-terindah-di-dunia.htm

Ka'bah Dicuci Sabtu


JEDDAH--Gubernur Mekah Khalid Al-Faisal akan memimpin pencucian Kabah yang akan dihadiri oleh para ulama terkemuka, pejabat Arab Saudi dan para diplomat yang bertugas di Arab Saudi, Sabtu (2 Januari atau l6 Muharram) waktu setempat. Bangunan mirip kubus yang merupakan kiblat umat Islam tersebut, menurut Arabtimes.com dicuci dua kali dalam satu tahun yakni pada tanggal 15 Sha'ban (bulan sebelum bulan puasa, Ramadhan) dan pada pertengahan Muharam yakni bulan setelah Zulhijah dimana umat Islam menunaikan rukun ke lima Islam untuk naik haji.

Sejumlah ulama terkemuka, pejabat pemerintah Arab Saudi, tokoh setempat dan diplomat asing yang bertugas di Arab Saudi diundang dalam acara tersebut, sementara pemerintah Indonesia akan diwakili oleh Kuasa Usaha Ad Interim Kedubes RI di Riyadh Sukanto. Tabir terbuat dari kain berwarna hitam penutup Rumah Allah tersebut (disebut kiswah) sudah diganti dengan yang baru pada 9 Zulhijah yakni pada saat jemaah haji melakukan ritual Wukuf yang merupakan ritual puncak rukun haj di Padang Arafah.

Wukuf dimaknakan sebagai hari penantian yakni pada saat umat manusia dikumpulkan dalam formasi antri, menanti ditimbang-timbang amal kebajikan dan dosanya. Ritual pencucian Ka'bah dimulai dengan shalat sunnat dua rakaat di dalam Kabah yang merupakan bangunan kubus. Bagian dalamnya dipel dengan kain putih yang dibasahi air mawar, wewangian khas Arab (beraroma kayu oud) dan parfum beraroma musk (minyak kelenjar rusa).

Air zamzam dicampur dengan air mawar dipercikkan di lantai Kabah kemudian lantai dipel dengan tangan kosong dan daun kurma (palm). Sebelum memasuki Ka'bah, Pangeran Khalid akan melakukan Tawaf (mengitari Kabah tujuh kali) dan menyentuh Hajar Aswad (batu hitam yang dibawa malaikat dari surga).

Pangeran kemudian akan menerima kunci Kabah yang diletakkan dalam tas beludru dari para pengawal (Bani Shayba). Saat memasuki Rumah Allah itu, Pangeran Khalid akan shalat dua rakaat di hamparan sajadah terbuat dari batu pualam, tempat sama yang diyakini digunakan shalat oleh Nabi Muhammad SAW. Seremoni pencucian Kabah dimulai saat para tamu sudah keluar dari rumah Allah tersebut, sedangkan lantai marmer dan dinding Kabah akan dilap dengan air zamzam dan parfum bunga mawar.

Setelah dipel, lantai dan dinding Ka'bah akan dikeringkan dengan kertas tisu dan kain putih, kemudian disirami lagi dengan wewangian aroma oud dan mawar dan setelah itu Kabah dianggap incenced. Bangunan sisi bagian timur Ka'bah tingginya l4 meter, sementara sisi barat dan selatan l2,11 meter dan ll,28 meter dari sisi utara. Lantai bagian dalam dilapisi keramik berwarna, sementara atapnya ditunjang tiga pilar kayu, masing-masing berdiameter 44 cm.

Struktur atap terdiri atas dua lapisan, bagian atas dan bawah, sementara dinding bagian dalam ditutup dengan layar terbuat dari beludru hijau yag diganti tiap tiga tahun sekali. Pada atap bagian teratas terdapat ventilasi dengan panjang 127 cm dan lebar l04 cm untuk memberikan kesempatan bagi cahaya matahari masuk. Ventilasi ditutup dengan kaca penguat yang dibuka saat acara pencucian.

Pintu Ka'bah yang berada pada 225 cm di atas permukaan tanah, tingginya 310cm, lebar 40 cm dan panjang 190 cm, terbuat dari kayu yang dilapisi 280 Kg emas murni. ant/kpo

http://republika.co.id/berita/99350/Ka_bah_Dicuci_Sabtu

Kiswah, selimut ka'bah yang berharga 50 milyar


Selimut Ka`bah itu terbuat dari sutera murni berwarna hitam pekat. Kiswah dihias benang berlapis emas dan perak untuk membuat sulaman kaligrafi berupa ayat-ayat Al Quran dan ornamen-ornamen bernuansa Islam.

Tulisan itu membentuk angka V [angka tujuh dalam tulisan Arab]. Salah satu kalimat yang ditulis di kiswah Ka`bah adalah, Allah Jalla Jalalah, La Ilaha Illaallah, Muhammad Rasulullah.

Terdapat lima bagian kiswah yang menutupi Ka'bah. Empat bagian untuk menutupi empat sisi Ka`bah, termasuk bagian atasnya. Sedangkan satu bagian lagi untuk menutup bagian pintu. Ka'bah telah dipilih oleh Allah SWT sebagai Baitullah atau rumah Allah yang menjadi pusat kiblat bagi seluruh umat Islam di dunia untuk melakukan shalat lima waktu.

Kiswah pertama kali dibuat dibuat oleh seorang pengrajin bernama Adnan bin Ad dengan bahan baku kulit unta. Namun dalam perkembangannya, kiswah dibuat dari kain sutera. Untuk membuat sebuah kiswah memerlukan 670 kg bahan sutera atau sekitar 600 meter persegi kain sutera yang terdiri dari 47 potong kain. Masing-masing potongan tersebut berukuran panjang 14 meter dan lebar 95 cm.

Ukuran itu sudah disesuaikan untuk menutupi bidang kubus Ka’bah pada keempat sisinya. Sedangkan untuk hiasan berupa pintalan emas diperlukan 120 kg emas dan beberapa puluh kg perak. Sejak 1931, kiswah untuk menutupi Ka’bah diproduksi di sebuah pabrik yang terletak di pinggir kota Mekkah, Arab Saudi. Dalam pabrik tersebut, pembuatan kiswah dilakukan secara modern dengan menggunakan mesin tenun modern. Di pabrik kiswah yang areanya seluas 10 hektare itu dipekerjakan sekitar 240 perajin kiswah.

Di balik Kiswah hitam, ada kain berwarna putih yang disebut Bithana Kiswah. Kain itu untuk menyerap uap dari dinding Ka`bah dan menghalangi panas yang diserap dari kain Kiswah yang hitam. Kain ini mengandung daya serap tinggi untuk menghindarkan panas yang berlebihan dan mencegah dinding Ka`bah retak.




2 Juta Jamaah Haji Manca Negara akan Padati Mekah


Pemerintah Saudi mengerahkan 100.000 pasukan keamanan di sekitar Mekah, Madinah dan Jeddah untuk haji

Hidayatullah.com--Diperkirakan dua juta jemaah haji manca negara kini memadati kota suci Mekah untuk melaksanakan wukuf pada hari Kamis, 26 November mendatang. Demikian seperti diberitakan Saudi Gazette edisi hari Selasa, 24 November ini.

Jumlah jemaah haji dalam negeri (Arab Saudi) tahun ini diperkirakan mencapai 500.000 jemaah. Jemaah terbesdar kedua adalah Indonesia dengan 208.000 jemaah haji. Menyusul India dengan 164.000 jemaah dan Pakistan dengan 140.000 jemaah haji.

Pemerintah Arab Saudi mengerahkan 100.000 pasukan keamanan di sekitar Mekah, Madinah dan Jeddah untuk haji. Dari pusat komando besar mereka memonitor dengan ribuan kamera CCTV, termasuk 1.852 di sekitar Masjidil Haram dan 600 di jembatan Jamarat.

Jumlah tenaga kesehatan juga telah meningkat hingga 20.000 aparat tahun ini untuk mengatasi ancaman flu babi di samping kekhawatiran kesehatan lainnya.

Masjidil Haram di pusat kota Mekah, yang menjadi tempat berkumpul jemaah memiliki luas 39 hektar dan dapat menyimpan lebih dari satu juta orang. Ka’bah yang terletak pada dasar marmer dan dibangun dari granit itu memiliki pintu terbuat dari 280 kilogram emas murni. Kiswa sutra hitam yang dibuat baru setiap tahun, adalah bordir dengan kaligrafi sulaman Al-Quran yang menggunakan 150 kilogram benang emas dan perak. [mch/ihj/www.hidayatullah.com]

http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&view=article&id=9918:2-juta-jamaah-haji-manca-negara-akan-padati-mekah&catid=67:internasional&Itemid=55

Misteri Hajar Aswad di Mekah


Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah. Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, di berkata : “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”

Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada asalan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.
Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.

Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.

Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda, “Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam. ( Jami al-Tirmidzi al-Hajj (877)

from www.supermance.com

http://www.babinrohis-nakertrans.org/content/view/29/46/

Jamarat Mina Siap Tahun Ini


MEKAH--Komite Tertinggi Haji Kerajaan Arab Saudi menyatakan pembangunan jamarat (tempat lontar jumrah) sudah selesai dan siap digunakan pada musim haji tahun ini. Renovasi bangunan emapat lanyai ini menghabiskan dana sebesar SR4,2 milar atau sekitar Rp10,5 triliun. Demikian seperti dilansir harian Arab News, Senin (31/8).

Komite juga melaporkan adanya banguna ekperimental lain yang dibangun di pegunungan Mina. "Bangunan dengan kapasitas 25.000 jemaah ini dibangun dengan tujuan agar dapat menampung lebih banyak jemaah di tempat suci Mina," kata laporan itu.

Beberapa CCTV telah dipasang di berbagai bagian untuk memantau pergerakan jemaah haji, sehingga bagian keamanan dapat segera turun tangan bila diperlukan.

Bangunan ini juga memiliki sistem pemadam kebakaran yang canggih dan telah dipasang sejak tahun lalu. Pompa air dengan bahan bakar solar dan listrik ini dapat memompa 1.500 galon air per menit untuk memadamkan api selama hari-hari puncak haji. arb/mch/taq

http://www.republika.co.id/berita/72924/Jamarat_Mina_Siap_Tahun_Ini

Makkah Akan Dijadikan Kota Tercantik di Dunia


Pemerintahan kota Makkah akan melakukan berbagai proyek pembangunan untuk menjadikan kota Makkah sebagai salah satu kota tercantik di dunia. Hal tersebut diumumkan Gubernur Mekkah, Pangeran Khaled Al-Faisal, Senin (17/8).

Menurut Pangeran Al-Faisal, kota Makkah memiliki posisi yang unik dan harus diperlakukan lebih istimewa dari kota-kota lainnya di Arab Saudi. "Rencana pembangunan untuk kota Makkah harus berbeda dengan kota-kota lainnya, dimana pembangunan di kota ini harus memberikan perlindungan pada identitas kota ini," kata Pangeran Al-Faisal.

Selain Makkah, pemerintah Arab Saudi juga sedang membuat rencana pembangunan untuk kota-kota lainnya seperti Madinah, Mina, Arafah dan Muzdalifah yang menjadi kota-kota tujuan para jamaah haji dan umrah. Untuk itu, pemerintah Saudi sudah menunjuk satu tim dari PBB untuk melakukan pengkajian terhadap kualitas gedung-gedung, sarana transportasi, sistem lalu lintas dan jalan raya serta penerapan berbagai layanan berbasis teknologi modern untuk kepentingan para jamaah haji dan umrah. Tim PBB itu melibatkan perusahaan konsultan asal Kanada, dibantu oleh para pakar dari Saudi.

Gubernur Makkah menyatakan, strategi pembangunan yang akan dilakukan di seluruh wilayah Makkah akan dipusatkan di sekitar Ka'bah dengan memperhatikan pembangunan manusianya lewat pendidikan, pelatihan, peningkatan layanan haji dan umrah, mencari solusi untuk memecahkan persoalan persediaan air serta perluasan fasilitas-fasilitas infrastruktur di Makkah.

Sejauh ini, rencana pembangunan yang sudah siap dilaksanakan adalah pembenahan kawasan pemukiman kumuh di sejumlah distrik di provinsi Makkah dan Jeddah serta proyek-proyek pariwisata di kota Taif, Qunfuda dan Al-Laith. Proyek terbesar adalah proyek pembenahan pemukiman karena tujuannya ingin meningkatkan taraf hidup masyarakat miskin di Makkah dan Jeddah. Di Mekkah sendiri ada 60 distrik yang pemukimannya belum tertata rapi dan di Jeddah terdapat pemukiman kumuh bisa dijumpai hampir di 52 distrik di kota itu.

Proyek pembangunan itu, kata Pangeran Al-Faisal, akan melibatkan sektor-sektor swasta, sedikitnya 40 persen dari keseluruhan proyek. Pembangunan ini diharapkan bisa mengubah wajah provinsi Makkah, khususnya kota Makkah menjadi salah satu kota yang terpandang di dunia.

"Kita harus mengedepankan budaya membangun di kalangan masyarakat, karena akan berdampak pada perilaku dan gaya hidup mereka," ujar Gubernur Makkah. (ln/arabnews)

http://eramuslim.com/berita/dunia/makkah-akan-dijadikan-kota-tercantik-di-dunia.htm

Waspada Air Zam-Zam Palsu


Umat Islam harus berhati-hati dan waspada terkait dengan kemungkinan adanya air zam-zam palsu yang di jual di dalam botol, khususnya di Inggris.

Permintaan air zam-zam di Inggris semakin meningkat menjelang masuknya bulan suci Ramadhan yang diperkirakan jatuh pada tanggal 22 Agustus nanti.

Namun pada hari Kamis yang lalu, dewan Wandsworth mengeluarkan sebuah peringatan kesehatan bagi masyarakat setelah mereka melakukan test yang mengungkap adanya air zam-zam palsu yang berisi dua kali kadar arsenik yang diizinkan dan tiga kali lipat kadar nitrat yang terkandung dalam air zam-zam palsu tersebut.

Mengkonsumsi air zam-zam palsu itu dapat berakibat mematikan bagi anak-anak dan wanita hamil, kata salah seorang juru bicara dewan.

Dia mengatakan :"Arsenik adalah racun yang mematikan dan dapat masuk ke dalam tubuh melalui kontak dengan kulit.

"Dalam dosis tinggi dapat mengakibatkan kegagalan multi organ tubuh, kerusakan otak dan kematian. Dalam dosis kecil dapat menyebabkan kanker.

"Keracunan nitrat sangat berbahaya bagi bayi dan ibu hamil, serta dapat meracuni darah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Ini juga dapat mengakibatkan kerusakan otak dan kematian."

Air zam-zam asli berasal dari sumur zam-zam di kota suci Mekkah.

Pemerintah Arab Saudi telah melarang ekspor secara komersil air zam-zam dari kerajaan Saudi dan di bawah undang-undang Saudi air zam-zam tidak bisa diual secara bebas di luar negeri.

Namun perdagangan air zam-zam palsu marak secara global.

Biasanya air zam-zam yang asli dibawa ke Inggris oleh para jamaah yang baru kembali dari ibadah haji.(fq/ylg)

http://www.eramuslim.com/berita/dunia/di-inggris-marak-beredar-air-zam-zam-palsu.htm

Ka'bah Tempat Ibadah Pertama di Dunia


Sesungguhnya, rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia ialah Baitullah di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barang siapa memasukinya menjadi amanlah dia. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah. Yaitu, (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), sesungguhnya Allah Maha Kaya dari semesta alam. ( QS Ali Imran: 96-97)

Umat Islam di seluruh dunia pasti mengenal Ka'bah, rumah Allah (Bayt Allah) yang menjadi kiblat umat Islam di seluruh jagat raya ini. Ka'bah atau Bayt Atiq dibangun oleh Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Dan, Bayt Allah ini merupakan tempat ibadah yang pertama kali dibangun di atas dunia.

Dalam menafsirkan surah Ali Imran ayat 96, Al-Qurthubi, seorang ahli tafsir, mengatakan bahwa orang yang pertama kali membangun Baitullah adalah Nabi Adam AS.

Ali bin Abi Thalib menyatakan, ''Allah SWT memerintahkan para malaikat-Nya untuk membangun Baitullah di muka bumi dan melaksanakan tawaf di sana. Peristiwa tersebut terjadi sebelum Adam diturunkan ke bumi. Setelah turun, Adam menyempurnakan bangunannya dan bertawaf di sana dan juga para nabi setelahnya. Kemudian, pembangunan Baitullah tersebut dilaksanakan kembali dan disempurnakan oleh Nabi Ibrahim AS bersama putranya, Ismail.''

Penjelasan ini berdasarkan keterangan Alquran surah Albaqarah (2) ayat 127 dan surah Alhajj (22) ayat 26. ''Dan, ingatlah ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), 'Ya, Rabb kami, terimalah (amal) dari kami. Sesungguhnya, Engkaulah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.'' (QS Albaqarah: 127).

Dari keterangan ini, jelaslah bahwa yang pertama kali membangun Ka'bah adalah Nabi Adam AS. Dan, yang menyempurnakan pembangunan Ka'bah dengan memasang atau meninggikan fondasinya adalah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Para ulama salaf mengatakan bahwa di setiap tingkat langit terdapat sebuah rumah. Penduduk langit tersebut beribadah kepada Allah di rumah tersebut. Oleh karena itulah, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim AS membuat bangunan seperti itu pula di muka bumi.

Pembangunan Ka'bah di lokasi yang ada saat ini berawal ketika Siti Hajar (ibunda Ismail) bolak-balik mencari air dari Bukti Safa ke Bukit Marwah sebanyak tujuh kali. Peristiwa ini kemudian diabadikan menjadi salah satu rukun haji. Sementara itu, Ismail yang masih bayi terus-menerus menangis karena kehausan. Saat menemui Ismail inilah, Hajar melihat air berada di bawah tungkai kaki Ismail. Ada yang menyebutkan, munculnya air itu disebabkan entakan kaki Ismail dan ada pula yang menyebutkan karena perantara Jibril.

Ada pula pendapat yang menyatakan bahwa diperintahkannya Nabi Ibrahim AS untuk membangun kembali Ka'bah itu disebabkan sebelumnya tempat tersebut terjadi banjir besar. Sehingga, Ibrahim diperintahkan untuk meninggikan fondasinya.

Sebagaimana dikatakan Al-Azraqi dalam Tarikh Makkah, ''Setelah peristiwa banjir besar, lokasi Ka'bah dulu telah hilang. Lokasi tersebut berbentuk bukit kecil berwarna merah yang tidak terjangkau aliran air. Saat itu, manusia hanya tahu bahwa di sana ada tempat yang sangat bernilai tanpa mengetahui lokasinya secara pasti.

Dari seluruh penjuru dunia, mereka yang dizalimi, menderita, dan butuh perlindungan datang ke tempat ini untuk berdoa. Doa mereka pun dikabulkan. Manusia pun mengunjunginya hingga Allah memerintahkan Ibrahim untuk membangun Ka'bah kembali.

Sejak Nabi Adam AS diturunkan ke bumi, Baitullah selalu menjadi tempat yang dimuliakan dan diperbaiki terus-menerus oleh setiap agama dan umat dari satu generasi ke generasi lainnya. Tempat ini juga senantiasa dikunjungi Malaikat sebelum Adam turun ke bumi.''

Pembangunan itu dilakukan Ibrahim dan Ismail. Ismail yang mengangkat batunya dan Ibrahim yang memasangnya. Dan, setelah sekian lama, karena bangunan semakin tinggi, Nabi Ibrahim AS tidak mampu lagi menjangkau tempat tertinggi untuk memasang batu-batu tersebut. Dan, Ismail kemudian membawakan sebuah batu untuk menjadi pijakan bagi Nabi Ibrahim. Batu inilah yang akhirnya disebut sebagai maqam Ibrahim.

Mereka pun terus bekerja sembari mengucapkan doa, ''Wahai, Rabb kami, terimalah dari kami (amalan kami), Sesungguhnya, Engkaulah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.''

Setelah selesai, Allah kemudian memerintahkan Ibrahim untuk berseru kepada seluruh umat manusia agar mengerjakan haji. Penjelasan ini terdapat dalam surah Alhajj ayat 27-29. sya

Abrahah dan Kegagalan Menghancurkan Ka'bah

Sebagian besar umat Islam mengenal nama Abrahah yang bermaksud menghancurkan Ka'bah (kiblat umat Islam) di Makkah. Apalagi, peristiwa itu diabadikan dalam Alquran surah Alfil (Gajah) ayat 1-5.

Disebutkan, dengan pasukan gajah (ashab al-fil), Abrahah menunggang satu ekor gajah (ada pula yang menyebutkan 13 ekor), yang menurut sebagian ahli tafsir, gajah itu bernama Mahmud.

Abrahah adalah gubernur Yaman setelah Yusuf Dzu Nuwas. Nama lengkapnya adalah Abrahah bin al-Asyram al-Habasyi. Menurut riwayat, peristiwa Abrahah bersama pasukannya itu untuk menghancurkan Ka'bah terjadi pada tahun 571 M. Namun, ada pula yang menyebutkan tahun 570 M. Akan tetapi, sebagian ahli tafsir menyakini bahwa peristiwa itu terjadi beberapa saat sebelum kelahiran Rasulullah SAW.

Dr Syawqi Abu Khalil, dalam bukunya Atlas Alquran, Mengungkap Misteri Kebenaran Alquran, menyebutkan bahwa peristiwa penyerbuan tentara Abrarah dengan maksud menghancurkan Ka'bah itu terjadi pada 20 April 571 M. Adapun maksud Abrahah menghancurkan Ka'bah adalah supaya dia bisa mengalihkan perhatian bangsa Arab dari Ka'bah ke gereja Qullais yang dia bangun di Shan'a. Konon, bangunan gereja di Qullais ini sangat istimewa dan mewah karena bahan-bahannya terbuat dari emas dan perak. Namun demikian, kemewahan dan kemegahan gereja tersebut tidak membuat para pedagang Arab ataupun lainnya mengalihkan perhatian dari Ka'bah.

Sebuah riwayat menyebutkan, ketika Abrahah bersiap-siap memasuki Makkah dan menyiapkan gajah yang besar ini untuk melakukan perjalanan, tiba-tiba gajah ini duduk menderum. Lalu, mereka berusaha menyuruhnya berdiri, tapi mereka tidak mampu membuatnya beranjak dari tempat duduknya. Kemudian, mereka menghadapkannya ke arah Syam (syria), gajah itu pun berlari. Setelah itu, mereka mengarahkannya ke Yaman, sang gajah itu pun melaju. Tapi, ketika diarahkan ke Makkah, gajah itu tak mau beranjak.

Di dekat Makkah, Abrahah dan balatentaranya merampas harta masyarakat Arab. Di antara harta yang dirampas itu adalah unta milik Abdul Muthalib bin Hasyim, kakek Rasulullah SAW. Ketika Abdul Muthalib meminta unta tersebut, Abrahah terperanjat kaget seraya berkata, ''Apakah hanya 200 ekor unta ini engkau menemuiku, sementara engkau tinggalkan sebuah rumah yang menjadi agamamu dan agama nenek moyangmu. Kini, aku datang untuk menghancurkannya, Apakah engkau tidak hendak membicarakannya kepadaku?''

Abdul Muthalib berkata, ''Sesungguhnya, aku adalah pemilik unta ini dan sesungguhnya rumah itu sudah memiliki Pemiliknya sendiri yang akan melindunginya darimu.''

Yang menjadi penunjuk jalan bagi Abrahah dan pasukannya adalah seorang pengkhianat yang bernama Abu Righal. Sampai sekarang, masyarakat Arab masih biasa melempari kuburannya yang terletak di Mughammas dengan batu. Satu tempat yang terletak di jalanan menuju Thaif.

Allah SWT mengirimkan burung-burung Ababil (serombongan demi serombongan) untuk melempari pasukan Abrahah dengan batu yang terbuat dari tanah liat yang sudah terbakar. Lalu, Dia menjadikan pasukan Abrahah seperti daun-daun yang dimakan ulat. Sebab, angin mengembuskannya ke kanan dan ke kiri sehingga beterbangan ke mana-mana.

Menurut Muhammad Husain Haekal dalam buku Sejarah Hidup Muhammad, setelah gagal menghancurkan Ka'bah, ia kembali lagi bersama pasukannya yang masih hidup ke Yaman. Sepanjang perjalanan, banyak anak buahnya yang meninggal dunia karena penyakit cacar. Abrahah sendiri menderita penyakit yang sama hingga kemudian ia meninggal dunia.

Pendapat serupa juga diungkapkan Martin Lings (Abu Bakar Sirajuddin), dalam bukunya yang berjudul Muhammad. Ketika burung-burung Ababil melempari pasukan Abrahah dengan batu yang panas, semuanya menjadi kocar-kacir dan akhirnya cepat-cepat meninggalkan Kota Makkah. Dan, Abrahah sendiri tewas di kediamannya di Habasyah (Ethiopia, sekarang) karena cacar. sya

Maqam Ibrahim


Maqam Ibrahim bukanlah kuburan Nabi Ibrahim. Maqam Ibrahim adalah batu tempat berpijaknya Nabi Ibrahim ketika membangun Ka'bah. Ketika itu, Ibrahim bermaksud meletakkan batu ke tempat teratas, namun tangannya tak mampu menjangkaunya. Lalu, ia memerintahkan Nabi Ismail untuk mencarikan sebuah batu sebagai tempat berpijaknya.

Posisi Maqam Ibrahim itu, hingga saat ini, sama persis pada saat pembangunan Ka'bah. Demikian pula pada masa Rasulullah SAW, Abu Bakar, hingga terjadinya banjir besar pada masa Umar.

Pada mulanya, maqam itu menempel pada dinding Ka'bah. Namun, pada masa Umar, digeser ke arah timur agar di sisi Maqam Ibrahim bisa menjadi tempat shalat, sebagaimana keterangan Alquran surah Albaqarah ayat 125. Seperti dikutip Sami bin Abdullah al-Maghluts dalam bukunya Atlas Sejarah Nabi dan Rasul dari Abi Thalib, sebuah syair yang mengatakan, ''Nabi Ibrahim berpijak di atas sebuah batu besar yang lembab, langsung dengan kedua telapak kakinya tanpa alas.'' sya

Sejarah Pemeliharaan Ka'bah dan Masjidil Haram


Sejarah panjang mewarnai perjalanan pembangunan hingga pemeliharaan Ka'bah serta pelebaran Masjidil Haram sejak pertama kali hingga sekarang ini.

Abu Umar Urwah Al-Bankawy dalam bukunya Kisah-kisah tentang Ka'bah menyebutkan, perbaikan Ka'bah terjadi pada masa Rasulullah berusia 35 tahun. Ketika itu, beliau belum diangkat menjadi seorang nabi.

Ketika itu, Kota Makkah dilanda banjir besar yang meluap sampai ke Masjidil Haram. Orang-orang Quraisy menjadi khawatir banjir ini akan dapat meruntuhkan Ka'bah. Lalu, orang-orang Quraisy sepakat untuk melakukan perbaikan bangunan Ka'bah.

Rasulullah sendiri ikut bersama-sama yang lain membangun Ka'bah. Beliau bergabung bersama paman beliau, Abbas RA. Ketika beliau mengambil batu-batu, Abbas menyarankan beliau untuk mengangkat jubahnya hingga di atas lutut. Namun, Allah menakdirkan aurat beliau senantiasa tertutup sehingga belum sempat beliau mengangkat jubahnya, beliau pun jatuh terjerembab ke tanah. Beliau kemudian memandang ke atas langit sambil berkata, "Ini gara-gara jubahku. Ini gara-gara jubahku." Setelah itu, aurat beliau tidaklah pernah terlihat lagi.

Peletakan Hajar Aswad

Ketika pembangunan sudah sampai ke bagian Hajar Aswad, bangsa Quraisy berselisih tentang siapa yang mendapatkan kehormatan untuk meletakkan Hajar Aswad ke tempatnya semula. Mereka berselisih sampai empat atau lima hari.

Perselisihan ini bahkan hampir menyebabkan pertumpahan darah. Abu Umayyah bin Al-Mughirah Al-Makhzumi kemudian memberikan saran kepada mereka agar menyerahkan keputusan kepada orang yang pertama kali lewat pintu masjid. Bangsa Quraisy pun menyetujui ide ini.

Allah SWT menakdirkan bahwa orang yang pertama kali lewat pintu masjid adalah Rasulullah SAW. Orang-orang Quraisy pun ridha dengan diri beliau sebagai penentu keputusan dalam permasalahan tersebut. Rasulullah pun kemudian menyarankan suatu jalan keluar, yaitu dengan membentangkan serbannya. Masing-masing kabilah diminta untuk memegangi ujung serban dan Rasulullah meletakkan Hajar Aswad tersebut di atasnya. Setelah semua kabilah memegang ujung surban dan mengangkatnya, Rasulullah kemudian mengambil Hajar Aswad tersebut dan meletakkannya pada tempat semula.

Pelebaran Masjidil Haram


Menurut pendapat Sami bin Abdullah al-Maghluts, pelebaran Masjidil Haram sesaat sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah hingga masa Raja Fahd (khadimul haramain, pemelihara dua tanah suci: Makkah dan Madinah), terdapat sekitar 13 kali perluasan sebagai berikut.

1. Periode Quraisy sebelum Rasul hijrah.
2. Perluasan dilakukan pada masa Umar bin Khattab.
3. Perluasan masa Usman.
4. Perluasan di masa Abdullah bin Zubair.
5. Perluasan di masa Walid bin Abdul Malik.
6. Masa Abu Ja'far al-Manshur.
7. Masa Muhammad al-Mahdi.
8. Masa al-Mu'tashid al Abbasi.
9. Masa al-Muqtadhir al-Abbasi.
10. Masa Utsmani.
11. Masa Pemerintah Arab Saudi pertama.
12. Perluasan masa Pemerintah Arab Saudi kedua yang dilakukan pada masa khadimul haramain, yaitu berupa penambahan eskalator dan perluasan Masjidil Haram, hingga sekarang ini. sya/taq

http://www.republika.co.id/berita/45093/Ka_bah_Tempat_Ibadah_Pertama_di_Dunia

Mencuci Ka'bah Jelang Ramadhan


Pemimpin pemerintahan kota Makkah, Pangeran Khaled Al-Faisal hari Kamis (23/7) pagi melakukan kegiatan mencuci dinding Ka'bah. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang dilakukan dua kali dalam setahun, yaitu menjelang datangnya bulan suci Ramadhan dan pada saat musim haji.

Diiringi oleh gema takbir dan tahlil, Pangeran Khalid memasuki Ka'bah dan melakukan proses pencucian bagian dalam dinding dan lantai Ka'bah dengan menggunakan sehelai kain dan air yang berupa campuran air Zamzam dan air mawar. Dibutuhkan sekitar lima galon air mawar dan 47 galon air Zamzam untuk keperluan mencuci Ka'bah.

Kegiatan ini untuk pertama kalinya boleh disaksikan secara langsung, melalui transmisi-transmisi televisi yang dipasang di pintu gerbang Masjid Haram.

Usai mencuci Ka'bah, Pangeran Khaled melakukan tawaf (mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali), menunaikan salah sunnah dua rakaat, mencium Hajar Aswad dan minum air Zamzam yang diberikan langsung oleh Sadin (orang yang bertugas menjaga Ka'bah) tepat di depan pintu masuk Ka'bah.

Proses pencucian Ka'bah disaksikan oleh Presiden Pengurus Dua Masjid Suci, Syaikh Al-Hosayem dan deputinya, Syaikh Muhammad bin Nasser Al-Khuzaim. Hadir pula dalam acara tersebut sejumlah menteri, ulama, pejabat senior pemerintah Saudi, diplomat asing yang Muslim, warga setempat dan pengunjung yang antusias menyaksikan jalannya proses pencucian Ka'bah. (ln/arabnews)

http://eramuslim.com/berita/dunia/mencuci-ka-bah-jelang-ramadhan.htm

Gubernur Mekah Lakukan Pencucian Ka'bah


MEKAH--Gubernur Mekah, Pangeran Khalid al-Faisal bin Abdul Aziz, hari ini, Kamis (23/7), mendapat penghormatan mewakili Khadimul Haramain, Raja Abdullah bin Abdul Aziz, melakukan prosesi pencucian Ka'bah al-Musyarrafah.

Pencucian akan dimulai dari bagian dalam Ka'bah dengan menggosok dinding-dindingnya dengan kain yang dibasahi dengan air Zam-zam yang telah dicampur minyak mawar.

Ikut serta dalam pencucian tersebut Direktur Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Syekh Shaleh bin Abdurrahman al-Hashen beserta wakilnya untuk urusan Masjidil Haram, Syekh Dr Muhammad bin Nashir al-Khazem. Beberapa menteri, ulama terpandang, dan perwakilan beberapa negara Islam juga ikut ambil bagian dalam pencucian tersebut. taq/awsat

http://www.republika.co.id/berita/64360/Gubernur_Mekah_Lakukan_Pencucian_Ka_bah

Sejarah Hajar Aswad


Ibrahim as diperintahkan Allah swt membangun kembali Ka’bah. Ia memenuhi perintah itu dibantu putranya, Isma’il as. Saat hampir selesai mengerjakannya, Ibrahim as merasa ada yang kurang pada Ka’bah. Kemudian ia memerintahkan putranya, “Pergilah engkau mencari sebuah batu lagi yang akan aku letakkan di Ka’bah sebagai penanda bagi manusia.”

Isma’il as mematuhi perintah ayahnya. Ia pergi dari satu bukit ke bukit lain untuk mencari batu yang paling baik. Ketika sedang mencari, malaikat Jibril datang pada Ismâ’il as dan memberinya sebuah batu yang cantik. Dengan senang hati ia menerima batu itu dan segera membawa batu itu untuk diberikan pada ayahnya. Ibrahim as pun gembira dan mencium batu itu beberapa kali.

Kemudian Ibrahim as bertanya pada putranya, “Dari mana kamu peroleh batu ini?” Isma’il as menjawab, “Batu ini aku dapat dari yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu.” Ibrahim as mencium batu itu lagi dan diikuti juga oleh Ismâ’il as.

Begitulah, sampai saat ini banyak yang berharap bisa mencium batu yang dinamai Hajar Aswad itu. Umar bin Khathab pernah menyampaikan bahwa Rasulullah saw sendiri pernah menciumnya. Saat Umar bin Khaththab berada di hadapan Hajar Aswad dan menciumnya ia berkata, “Demi Allah, aku tahu bahwa engkau hanyalah sebongkah batu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah Saw menciummu, niscaya aku tidak akan menciummu.” [Hadits No. 228 Kitab Sahih Muslim].

Dalam perjalanan sejarah, batu ini telah mengalami banyak peristiwa. Batu ini pernah hilang dan pecah. Kementerian Urusan Keislaman, Wakaf, Dakwah dan Penyuluhan Kerajaan Arab Saudi dalam situsnya memberikan detail sejarah peletakan kembali Hajar Aswad ini sebagai berikut:

1. Yang pertama kali meletakkan Hajar Aswad adalah Nabi Ibrahim as. dan batu itu adalah permata yang berasal dari Surga.

2. Ketika Bani Bakar bin Abdi Manaf bin Kinanah bin Ghaisyan bin Khaza'ah mengusir keturunan Jurhum dari Mekah, Amr bin Harits bin Madhadh Al Jurhumi keluar membawa dua patung emas kepala rusa dan Hajar Aswad dan dipendam di sumur Zamzam seterusnya mereka berangkat menuju Yaman.

3. Pemendaman Hajar Aswad di dalam sumur Kakbah tidak bertahan lama karena seorang wanita dari Khaza`ah memberitahukan kepada kaumnya bahwa dia melihat orang Jurhum memendam Hajar Aswad di sumur Zamzam. Kemudian mereka meletakkan Hajar Aswad kembali ke tempatnya. Hal ini terjadi sebelum pembangunan oleh Qushay bin Kilab.

4. Setelah Mekah dikuasai oleh suku Qaramitah di bawah pimpinan Abu Tahir Al Qarmuthi, mereka membantai 1700 orang di Mesjidilharam, sebagian bergelantungan di Kakbah kemudian mereka memenuhi sumur Zamzam dengan mayat-mayat. Mereka merampas harta orang-orang dan perhiasan Kakbah, merobek-robek kiswah penutup Kakbah dan membagikannya kepada kawan-kawannya, merampok benda-benda berharga dalam Kakbah, melepas pintu Kakbah dan memerintahkan pula untuk mengambil talang emasnya. Pada tanggal 7 Zulhijah tahun 317 H. Abu Tahir Al Qarmuthi menduduki kota Mekah dan mencopot Hajar Aswad dari tempatnya secara paksa. Abu Tahir memerintahkan Jakfar bin Ilaj untuk mencopot Hajar Aswad dan membawanya pada tanggal 7 Zulhijah 317 H. Setelah dia melakukan kebiadaban dengan membunuh orang-orang yang sedang tawaf, iktikaf dan salat. Mereka membawa Hajar Aswad ke negerinya. Setelah itu tempat Hajar Aswad kosong. Orang-orang yang tawaf hanya meletakkan tangannya di tempatnya saja untuk mendapatkan berkahnya. Akhirnya Hajar Aswad dikembalikan ke tempatnya pada hari Selasa tanggal 10 Zulhijah tahun 339 H. setelah 22 tahun Kakbah kosong dari Hajar Aswad.

5. Pada tahun 363 H. datang seorang laki-laki dari Romawi. Saat ia mendekati Hajar Aswad, ia mengambil cangkul dan memukulkannya dengan kuat ke pojok tempat Hajar Aswad hingga berbekas. Ketika ia akan mengulangi perbuatannya, seorang Yaman datang dan menikamnya sampai roboh.

6. Pada tahun 413 H. Bani Fatimiyah mengirim sebagian pengikutnya dari Mesir di bawah pimpinan Hakim Al Abidi, di antaranya ada seorang laki-laki yang berkulit merah dan berambut pirang serta berbadan tinggi besar, sebelah tangannya menghunus pedang sedang yang sebelah memegang pahat, lalu dipukulkannya ke Hajar Aswad sebanyak tiga kali hingga pecah dan berjatuhan, sambil berkata, "Sampai kapan Batu hitam ini disembah, sekarang tidak ada Muhammad atau Ali yang dapat melarangku dari perbuatanku, kini aku ingin menghancurkan Kakbah." Kemudian pasukan berkumpul untuk membunuh dia dan berikut para pembantunya.

7. Pada tahun 990 H. datang seorang laki-laki asing (bukan orang Arab) membawa sejenis kampak dan dipukulkannya ke Hajar Aswad, Pangeran Nashir menikamnya dengan belati hingga mati.

8. Di akhir bulan Muharram tahun 1351 H. datang seorang laki-laki dari Afghanistan. Ia mencungkil pecahan Hajar Aswad dan mencuri potongan kain Kiswah serta sepotong perak pada tangga Kakbah. Penjaga masjid mengetahui perbuatan itu kemudian menangkapnya, diapun dihukum mati. Pada tanggal 28 Rabiul Akhir tahun 1351 H. datang Raja Abdul Aziz bin Abdur Rahman Al Faisal As Saud ke Mesjidharam dalam rangka perekatan pecahan Hajar Aswad akibat perbuatan tentara terkutuk tadi. Perekatan tersebut dilakukan setelah diadakan penelitian oleh para ahli untuk menentukan bahan khusus yang digunakan untuk merekat batu pecahan Hajar Aswad yaitu berupa bahan kimia yang dicampur dengan minyak misik dan ambar.taq/berbagai sumber

http://www.republika.co.id/berita/36611/Sejarah_Hajar_Aswad

Foto-foto Kuno Mekah Dilelang


LONDON -- Balai lelang London, Sotheby, mengumumkan bahwa mereka akan melelang dokumen foto, peta, atlas, dan sejarah pada hari Kamis (7/5) mendatang.

Barang penting dan langka yang akan dijual, sebagaimana dilangsir Art Daily Selasa (5/5), adalah koleksi foto-foto yang berkaitan dengan Timur Tengah. Di antarnya adalah album foto bersejarah dari rekaman pertama kerajaan Inggris yang berkunjung ke Kerajaan Arab Saudi dan Bahrain pada tahun 1938.Foto-foto tersebut jumlahnya mencapai 113 koleksi yang masing-masing ditawarkan antara £50.000-70.000.

Barang lainnya yang mau dilelang adalah foto-foto haji tahun 1908 yang dijamin belum pernah dipamerkan. Foto-foto ini adalah hasil karya Dr Muhammad al Husayni, seorang fotografer Muslim terkenal. Karya-karya tersebut. Jumlahnya mencapai 90 buah dengan harga berkisar antara £50.000-70.000.

Penjualan 252 foto ini diharapkan dapat mengumpulkan dana sebesar £1,7 juta, termasuk penjualan 150 peta dari abad 15 hingga abad 20 yang dijual antara £180.000-220.000./taq

http://www.republika.co.id/berita/48426/Foto_foto_Kuno_Mekah_Dilelang

Benarkah Ka''bah Itu Adalah Kuburan?

Pertanyaan

Assalamu'allaikum
Ada seorang dalam chatroom muslim masuk dan mengirim pesan 'kabah itu kuburan, bukankah kita dilarang menyembahnya. Lalu kenapa kalian menyembah kuburan.
Saya memang tidak menyembah ka'bah, melainkan mengarahkan kiblat. tapi yang menjadi pertanyaan saya sebenarnya apa kabah sesungguhnya?
Wassalamu'allaikum

Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ka'bah adalah sebuah bangunan yang didirikan oleh para malaikat di muka bumi. Tujuannya untuk persiapan kehidupan pertama manusia di muka bumi, untuk menjadi rumah bagi manusia untuk beribadah kepada Allah.

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. (QS. Ali Imran: 96)

Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa ka'bah dibangun pertama kali oleh malaikat, jauh sebelum nabi Adam alaihissalam diturunkan ke muka bumi. Kemudian di zaman banjir besar nabi Nuh, diriwayatkan bahwa ka'bah ini ikut hilang tertelan air. Lalu ketika nabi Ibrahim diutus, salah satu tugas beliau adalah mendirikan kembali ka'bah di atas bekas reruntuhannya.

Ka'bah Bukan Kuburan

Orang yang mengatakan bahwa ka'bah itu adalah kuburan tentu saja bukan orang yang mengerti sejarah. Sebab tidak ada satu pun literatur yang menyebutkan hal itu, baik literatur dari Islam atau pun dari Arab pra Islam.

Bahkan ketika dahulu bangsa Arab masih menyembah berhala, hingga jumlahnya sampai 360 buah dan di letakkan di sekeliling ka'bah, juga tidak ada yang mengatakan bahwa ka'bah adalah kuburan.

Arab Jahilyah Tidak Menyembah Ka'bah

Dan lebih dari itu, tak seorang pun bangsa Arab yang menyembah ka'bah. Memang benar bahwa orang Arab suka menyembah berhala, baik patung yang terbuat dari batu, atau pun yang terbuat dari roti dan kurma, tapi belum pernah kita dapat dari syi'ir dan sastra mereka, bahwa mereka menyembah ka'bah.

Maka pernyataan bahwa umat Islam menyembah ka'bah adalah pernyataan yang justru mempertontonkan kebodohan dirinya sendiri. Dan pernyataan itu tidak perlu dijawab, karena lahir dari keawaman yang teramat nyata.

Bahkan Abu Jahal, Abu Lahab, Umayyah dan kelompoknya, seandainya mereka masih hidup, akan tertawa terbahak-bahak sampai perutnya kejang-kejang, kalau menuduh orang Arab menyembah ka'bah.

Boleh jadi mereka akan bilang, "Mas, sampeyan iku nek arep ngantemi golongane Muhammad, mbok yo ojo ngono iku, kok rodho goblok to mas." Yang terjemahaannya ungkapan itu dalam dialek betawi akan jadi seperti ini, "Eh tong, lu kalo mo nampol gerombolan Muhammad, kagak gitu carenye, mangkenye belajar, oon juga sih lu."

Maka untuk jadi orang kafir dan menyerang agama Islam, seseorang memang perlu belajar. Sebab kalau tidak, yang terlihat adalah kepandiran yang menghina diri sendiri.

Tapi memang dilematis juga sih orang-orang kafir yang anti Islam itu. Sebab kalau mau kelihatan agak pinter, kan mereka harus belajar, misalnya belajar sejarah. Tapi ada resikonya.

Apa resikonya?

Kalau banyak belajar dan baca literatur, nantibisa-bisa jadi pinter dan mendapat banyak fakta, siapa yang mau nganggung kalau sampai mendapat hidayah? Bagaimana nanti kalau malah sampaimasuk Islam?

Dan nyatanya, mau ke mana saja, orang yang belajar itu pasti akan bertemu dengan fakta yang sesungguhnya tentang kebenaran Islam. Dan ujung-ujungnya, tidak ada jalan kecuali kembali ke pangkuan Islam.

Dankebingungan orang kafir seperti ini juga pernah dialami oleh Abu Jahal and the gank. Sampai mereka harus melarang orang Arab mendengarkan Al-Quran. Sebab menurut mereka, orang yang mendengarkan Al-Quran itu pasti akan terpengaruh dan bisa masuk Islam.

Padahal orang Arab yang rata-rama maniak sastra, nyaris tidak bisa dilarang untuk mendengarkan lantunan syi'ir yang indah, tak terkecuali Al-Quran. Maka meski boikot dan larangan mendengarkan Al-Quran itu berlaku secara formal, ternyata diam-diam justru para gembong pemuka Quraisy mencuri dengar, diam-diam pada malam hari mereka mengendap-endap datang ke rumah Rasulullah SAW atau tempat di mana beliau SAW berkumpul dengan para shahabatnya.

Dan lucu kejadiannya, ternyata mereka bertemu di tempat yang sama, sama-sama saling menangkap basah temannya yang telah melanggar kesepakatan yang mereka buat sendiri.

Jadi kesimpulannya, no way to escape dari kebenaran Islam. Maka wajar bila pada akhirnya seluruh pemuka Quraisy masuk Islam berbondong-bondong. Semakin seorang kafir menghina dan menuduh jelek terhadap agama Islam, semakin nyata kebodohan dan ketololan mereka.

Makanya kalau mau jadi orang kafir, mendingan diam saja, dari pada malah mempermalukan diri sendiri di depan pentas dunia.

Tapi yang lebih bodoh dari orang bodoh adalah tindakan mempercayai dan mengikuti perkataan orang bodoh. Dan sayangnya, kita kok masih saja melihat ada umat Islam yang suka mendengarkan celoteh miring tentang Islam dari orang-orang yang sudah kita sepakati kebodohannya. Lalu yang benar-benar bodoh siapa nih?

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc
www.warnaislam.com

Liburan, Mekah dan Madinah akan Dipadati Jutaan Jemaah


Diperkirakan 3 juta orang akan memadati kota Mekah dalam musim panas tahun ini. Sementara cuaca mencapai 46 derajat


Hidayatullah.com--Warga Arab Saudi dan beberapa negara di Timur Tengah yang tengah menikmati liburan musim panas kini mulai memadati kota suci Mekah dan Madinah. Khadimul Haramain Raja Abbdullah bin Abdul Aziz meminta warga Mekah dan Madinah bersiap menerima para tamu Allah selama musim liburan yang berbarengan dengan bulan suci Rajab 1430 Hijriyah ini.

Sekitar 500.000 jemaah asal Saudi dan negara Teluk telah memadati kota suci Mekah dan Madinah. Ratusan ribu jemaah umrah juga diperkirakan akan memadati dua kota itu dari berbagai negara termasuk Indonesia.

Menurut harian Saudi Gazette edisi Selasa 30 Juni kemarin, selama musim panas hingga bulan suci Ramadan nanti diperkirakan ada 3 juta jemaah umrah yang akan memadati kota suci Mekah dan Madinah.

"Tahun ini lebih dari tiga juta jemaah umrah diharapkan datang di Kota Suci selama liburan musim panas dan Ramadhan," kata Syaikh Dr. Muhammad Nasir Al-Khuzaim, Wakil Ketua Kepengurusan Dua Masjid Mulia. Karena banyaknya jemaah, teras Masjidil Haram telah dibuka dan semua Eskalator beroperasi selama 24 jam.

Masjidil Haram juga menyiapkan lebih 2.000 pekerja kebersihan. Mereka juga bertanggungjawab untuk menjaga 25.000 galon air Zamzam. Gelas-gelas air Zamzam akan diawasi agar selalu steril. Tindakan pengawasan dengan standar higienis diambil untuk mencegah kontaminasi dan penularan penyakit.

Pengelola Masjidil Haram menyiapkan lebih 100 ulama untuk menjawab pertanyaan jemaah dalam berbagai bahasa yang bisa ditemui di sekitar Masjidil Haram kapan saja. Para ulama ini akan dibantu sejumlah tim ahli.

Disamping itu, lima klinik beroperasi di dalam Masjidil Haram untuk mengantisipasi jemaah sakit dan memerlukan pertolongan pertama. Rumah sakit rujukan juga disiapkan untuk antisipasi penyakit. Cuaca Panas kota suci Mekah yang mencapai 46 derajat celcius dan Madinah 41 derajat Celcius diperkirakan akan menimbulkan persoalan kesehatan bagi jemaah. [ihj/www.hidayatullah.com]

http://hidayatullah.com/berita/internasional/9795-liburan-mekah-dan-madinah-akan-dipadati-jutaan-jemaah-.html

Pembangunan Jamarat Mina Tinggal 50 Persen


MEKAH--Pembangunan jamarat di Mina sejak tiga tahun lalu akan rampung keseluruhannya pada musim haji tahun 2009 ini. Menurut harian Al-Riyadh edisi Kamis (18/6) kemarin, kini sudah 50% selesai pembangunan tahap ketiga jamarat. Diperkirakan sebelum musim haji Desember mendatang, seluruh lantai jamarat sudah bisa dioperasikan.

Musim haji tahun lalu, baru tiga lantai jamarat yang bisa dipergunakan. Tahun ini, dengan selesainya pembangunan jamarat, maka empat latai jamarat akan bisa dimanfaatkan. Dengan demikian, pemerintah Arab Saudi tak mengalami kesulitan lagi mengatur jemaah haji, hingga 4 juta jemaah sekalipun dengan selesainya pembangunan ini.

Dari empat tingkat ini tersedia 11 pintu masuk menuju jamarat dan 12 pintu keluar. Pada setiap tangga tersedia eskalator menuju lantai yang diharapkan. Di setiap sudut tersedia kamera monitor yang langsung bisa diketahui Posko Keamanan haji di lantai bawah. Bahkan, tersedia helipad untuk mengevakuasi jemaah yang mengalami masalah.

Dengan selesainya fasilitas jamarat ini, maka tinggal prasarana jalan menuju jamarat yang akan selesai keseluruhannya pada musim haji tahun 2010 mendatang.mch/taq

http://www.republika.co.id/berita/57306/Pembangunan_Jamarat_Mina_Tinggal_50_Persen